Jumat, 04 Maret 2011

TUGAS SOFTSKILL PEREKONOMIAN PANCASILA

                                EKONOMI PANCASILA


Ekonomi pancasila merupakan ilmu ekonomi kelembagaan (instructional economics) yang menjungjung tinggi nilai-nilai kelembagaan Pancasila sebagai idiologi. Negara yang kelima silanya, secara utuh maupun sendiri-sendiri, menjadi rujukan setiap orang Indonesia. Jika Pancasila mengandung 5 asas, maka semua substansi sila Pancasila (1) etika, (2) kemanusiaan, (3) nasionalisme, (4) kerakyatan/demokrasi, dan (5) keadilan social, harus di pertimbangkan dalam model ekonomi yang disusun. Kalau sila pertama dan kedua adalah dasarnya, sedangkan sila ketiga dan keempat sebagai caranya, maka sila kelima Pancasila adalah tujuan dari Ekonomi Pancasila.

Di era glabalisasi ini arus perubahan Negara-negara di dunia telah mengarah kepada homogenisasi paradigma kehidupan, yaitu universalisasi liberalisme. Di bidang politik, demokrasi liberal telah menjadi wacana utama, sedangkan di di bidang ekonomi, ekonomi neoliberal yang bertumpu pada kapitalisme global menjadi arus utama.

Indonesia sebagai Negara yang sedang berkembang telah mulai berkenalan dengan kapitalisme global seiring dengan perekonomian era Orde baru yang menjadikan paradigma pertumbuhan ekonomi (economic growth) yang menjadi panglima. Krisis devaluasi rupiah yang lantas menjelma menjadi krisis moneter sepanjang 1997-1998 telah membutakan mata bahwa pondasi perekomomian
Indonesia yang dibangun atas dasar hutang luar negeri tidaklah kokoh. Namun, di era reformasi ini, kesadran demikian tidak malah membangkitkan semangat di kalangan pemerintahan untuk mencari alternative system perekonomian yang manusiawi dan berkeadilan sosial, justru sebaliknya, saat ini Indonesia mengalami berbagai dentumen arus neoliberalisme yang terwujud dalam trio deregulasi, privatilasi, dan liberalisasi perdagangan.

Di sisi lain, muncul perkembangan menarik dengan wacana system Ekonomi Pancasila yang merupakan sistem ekonomi yang belandasan dan dijiwai spirit nilai-nilai Pancasila. Pandangan sistem ini yang bisa dilacak dari ide-ide Bung Hatta, salah seorang proklamator RI. Senada dengan pesan pasal 33 UUD 1945 dan berbasiskan nilai-nilai sosio-religio-budaya masyarakat Indonesia.
Disinilah perlunya menengok ulang pemikiran Adam Smith yang 17 tahun sebelum menulis karyanya Inquiry Into Nature and Causes Of The Wealth of Nations (1776) yang kemudian menjadi “kitab suci” ideology kapitalisme, telah menulis The teory of Moral Sentiments (1759). Di dalam karya terdahulunya, terdapatlah ajaran asli Bapak Ilmu Ekonomi ini bahwa ekonomi sama sekali tidak lepas dari factor-faktor etika. Dalam buku ini. Smith mencoba mengembangkan ilmu ekonomi yang tidak saja bermoral namun jga mendesain aspek kelembagaannya. Dari sinilah keberadaan Ekonomi Pancasila parallel dengan pemokiran Smith.

Menurut Boediono (mantan Menkeu RI), Sistem Ekonomi Pancasila dicarikan oleh lima hal sebagai berikut :
1. Koperasi adalah sokogru perekonomian nasional
2. Manusia adalah “economic man” social and religions man”
3. Ada kehendak sosial yang kuat kearah egalitarianisme dan kemerataan sosial.
4. Prioritas utama kebijakan diletakan pada penyususnan perekonomian nasional yang tangguh.
5. Pengandalan pada sistem desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan ekonomi, diimbangi dengan perencanaan yang kuat sebagai pemberi arah bagi perkembangan ekonomi seperti yang dicerminkan dalam cita-cita koperasi.

Meskipun dasar Negara Indonesia adalah Pancasila, namun ironisnya sistem perekonomian yang selama ini berlangsung tidaklah bersumber darinya. Setelah dicengkrami sistem ekonomi komando di era Orde Lama yang bercorak sosialisme, berikutnya perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi pasar yang bercorak kapitalisme di era Orde Baru. Jeratan kapitalisme pun semakin menguat seiring derasnya paham ekonomi neoliberal yang datang melalui agen-agen kapitalisme global seperti World Bank dan IMF setelah Indonesia mengalami krisis moneter.

Dalam perjalanan republik ini, bisa dikatakan telah terjadi penelikungan sitem ekonomi nasional sehingga Pancasila sebagai dasar Negara belum sepenuhnya menjiwai sistem perekonomian Negara ini, baik oleh faktor eksternal yang dimotori oleh World Bank dan IMF maupun oeh faktor internal yang bersifat neoliberal dan kalangan intelektual ekonomi dengan pemikiran-pemikirannya.

Dalam prakteknya, menurut Mubyanto (Kepala PUSTEK UGM), fakultas ekonomi sebagai gedung pemikiran ilmu ekonomi telah menyumbsng 3 dosa dalam pengajarannya yang berperan memperparah marginalisasi Ekonomi Pancasila, yaitu :
1. Bersiat parsial dalam mengajarkan ajaran ekonomi kalsik Adam Smith. Konsep Smith tentang Manusia Sosial (homococius, tahun 1759) dilupakan atau tidak diajarkan, sedangkan ajaran berikutnya pada tahun 1776 (manusia sebagai homoeconomicus) dipuja puji secara membabi buta.
2. Metode analisis deduktif dari teori ekonomi neoklasik di ajarkan secara penuh, sedangkan metode analis induktif diabaikan. Hal demikian bertentangan dengan pesan Alfred Marshall dan gustave Schmoler, dua tokoh ekonomi neoklasik, untuk memakai dua metode secara serentak laksana dua kaki.
3. Ilmu ekonomi menjadi spesialistis dan lebih iarahkan untuk menjadi ilmu ekonomi matematika.

Menurut Kenneth Boulding dalam Economic as A Sciense. Ilmu ekonomi dapat dikembangkan menjadi salah satu atau gabungan dari cabang-cabang ilmu berikut : (a) ekonomi sebagai ilmu sosial (social science); (b) ekonomi sebagai ilmu ekologi (ecological science); (c) ekonomi sebagai ilmu prilaku (behavioral science); (b) ekonomi sebagai ilmu politik (political science); dan (f) ekonomi sebagai ilmu moral (moral science).

Sebagai sebuah gagasan besar, Ekonomi Pancasila sebagai sistem ekonomi bukan-bukan, bukan kapitalisme juga sosialime, menawarkan garapan berupa sistem perekonomian alternative yang bersifat komprehensif integral bagi jutaan masyarakat Indonesia demi mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana termaksud dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945.

Sejak repormasi, terutama sejak SI-MPR 1998, menjadi populer istilah Ekonomi Kerakyatan sebagai sistem ekonomi yang harus diterapkan di Indonesia, yaitu sistem ekonomi yang demokrasi yang melibatkan seluruh kekuatan ekonomi rakyat. Mengapa ekonomi rakyat bukan ekonomi rakyat atau ekonomi Pancasila? Sebabnya adalah karena kata ekonomi rakyat dianggap berkonotasi komunis seperti di RRC (Republik Rakyat Cina). Sedangkan ekonomi Pancasila dianggap telah dilaksanakan selama Orde Baru yang terbukti gagal.

Pada bulan Agustus 2002 bertepatan dengan peringatan 100 tahun Bung Hatta, UGM mengmumkan berdirinya Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) yang akan secara serius mengadakan kajian-kajian tentang Ekonomi Pancasila dengan penerapan di Indonesia baik di tingkat nasional maupun di daerah-daerah. Sitem Ekonomi Pancasila yang bermoral, manusiawi, nasionalistik, demokratis dan berkeadilan, jika diterapkan secara tepat pada setiap kebijakan dan program akan membantu terwujudnya keselarasan dan keharmonisan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.

Sistem Ekonomi Pancasila berisi aturan main kehidupan ekonomi yang mengacu pada ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Dalam sitem Ekonomi Pancasila, pemerintah dan masyarakat memihak pada (kepentingan) ekonomi rakyat sehingga terwujud kemeralatan sosial dalam kemakmuran dan kesejahteraan. Inilah sistem ekonomi kerakyatan yang demokratais yang melibatkan semua orang dalam proses produksi dan hasilnya dinikmati oleh semua warga orang dalam proses produksi dan hasilnya dinikmati oleh semua warga masyarakat.
Aturan main sitem ekonomi Pancasila yang lebih ditekankan pada sila ke 4 (Kerakyatan yang dipimpin olek hikmat kebuijaksanaan dan
permusyawaratan/perwakilan) menjadi selogan baru yang di perjuangakan sejak eformasi. Melalui gerakan reformasi banyak kalangan terhadap hukum dan moral dapat dijadikan landasan pikir dan landasan kerja. Sitem ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang memihak pada dan melindungi kepentingan ekonomi rakyat. Sistem ekonomi kerakyatan adalah sub-sistem dari ekonomi Pancasila, yang diharapkan mampu meredam akses kehidupan ekonomi yang liberal.

Undang-Undang Dasar 1945 dan Pembangunan di Bidang Ekonomi

UUD 1945 menegaskan di dalam pembukaanya bahwa salah satu tujuan negara Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. Penegasab di atas tidak terlepas dari pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan yaitu bahwa negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Karena pembukaan UUD 1945 bserta seluruh pokok-pokok pikiran yang terkandung di dalamnya menjiwai Batang Tubuh UUD, maka tujuan itupun dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal seperti dalam pasal 23, pasal 27 serta pasal 33 dan 34.

Namun demikian, diantara pasal-pasal yang paling pokok dan melandasi usaha-usaha pembangunan di bidang ekonomi pasal 33.
Pasal 33 tersebut menyatakan sebagai berikut :
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekelurgaan.
2. Cabang-Cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terjkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Mengenai pasal ini penjelasan UUD mengatakan : “ Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi di kerjakan oleh semua. Untuk semua di bawah pimpinan atau pemikiran anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang di utamakan, bukan kemakmuran orang-seorang, sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu adalah koperasi.
Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang. Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang mengusai hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Kalau tidak, tuympuk produksi jatuh ketangan orang-orang yang banyak ditindasinya. Hanya perusaan yang tidak mengusasi hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-orang.
Bumi dan air dan kekayaan alam terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Pasal 33 UUD 1945 merupakan pasal yang amat penting karena pasal ini menjadi landasan dan pangkal tolak bagi pembangunan ekonomi. Bahwa masalah perekonomiandi cantumkan dalam suatu pasal di bawah Bab mengenai Kesejahteraan Sosial, mempunyai makna yang dalam dan menunjukan dengan jelas bahwa tujuan ekonomi nasional adalah untuk kesejahteraan sosial dan kemakmuran bagi rakyat banyak dan bukan untuk orang perorangan atau suatu golongan. Dalam pasal 33 UUD 1945 ini pula di tegaskan asas demokrasi ekonomi dalam dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan pasal 33 UUD 1945 tersebut, GBHN menggariskan bahwa pembangunan di bidang ekonomi yang di dasarkan kepada Demokrasi Ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan.
Sedangkan Pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha. Sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tangggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan sigiat-giatnya yang nyata.Demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan memiliki ciri-ciri positif yang perlu terus menerus dipupuk dan dan di kembangkan.

Ciri-ciri positif tersebut adalah sebagai berikut :
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak di kuasai oleh Negara.
3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh Negara dan di pergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
4. Sumber-sumber Kekayaan dan keungan Negara digunakan dengan permufakatan lembanga-lembaga Perwakilan Rakyat, serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat pula.
5. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilikh dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak dan penghidupan yang layak.
6. Hak milik perorangan diakui dan dimanfaatjannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
7. Potensi, inisiatif dan daya kreasi warga Negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8. fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara.
Sebaliknya, dalam Domokrasi Ekonomi harus dihindari timbulnya ciri-ciri negatif sebagai berikut :
1. Sistem free Fight Liberalime yang membutuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan stuctural posisi Indonesia dalam ekonomi dunia.
2. Sistem etatisna dalam nama Negara beserta aparatur ekonomi Negara bersifat dominant serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi sector Negara.
3. Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Jumat, 07 Januari 2011

Tugas softskill 23 desember 2010

Menganalisis, Mengenal, dan Memahami Diri Sendiri


Diri sendiri yang biasanya disebut dengan my self, bahasa itu sudah tidak asing lagi untuk di dengar. Namun tidak semua orang paham tentang pengenalan diri yang biasa disebut dengan my self. Menurut saya mengenal diri sendiri merupakan hal yang positif yang nantinya akan digunakan kita untuk bersosialisasi dalam masyarakat, selain itu kita dapat mengetahui hal postif dan negatif yang ada dalam diri kita sehingga kita dapat berintropeksi diri dikemudian hari.

Di blog ini saya akan memaparkan tentang diri saya.
Ass, pemilik blog lahir di jakarta, 21 MEI 1992 dan orang tua saya memberi saya nama Amran hadi dan teman teman biasa memanggil Amran atau Baron. Saya anak terakhir dari 3 bersaudara dari Abdul gofur dan Sumidah. Kedua orang tua saya bekerja sebagai wiraswasta. Perjalanan pendidikan saya bermula dari TK Bakti 7, berlanjut ke SDN 05 pagi setelah 6 tahun sekolah di SD saya melanjutkan perjalanan pendidikan ke MTS 6, melanjutkan ke tingkatan MAN 6 dan alhamdulillah masih biasa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi di Universitas Gunadarma, Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi.

Waktu saya TK jika ditanya apa cita-citanya pasti saya menjawab ingin menjadi bisnismen, namun sekarang sudah tidak lagi saya menjawab ingin menjadi bisnismen. Namun yang saya inginkan sekarang bekerja di Depkeu. Namun saya tahu semua itu tidak akan terwujud tanpa adanya kerja keras untuk mewujudkan segala keinginan yang saya miliki. 

Selama ini kedua orang tua saya selalu mensuport saya dalam hal yang postif sehingga kedua orang tua yang saya miliki menjadi kekuatan dalam kehidupan saya saat ini. Kedua orang tua sayalah yang selalu ada disaat saya membutuhkan dan selalu memberikan dorongan dan motivasi terbesar dalam hidup saya.
Kelemahan dalam diri saya tidak menjadi hambatan buat saya untuk meraih suatu cita-cita yang saya inginkan. Justru kelemahan yang saya miliki saya jadikan acuan agar saya bangkit dari kelemahan tersebut dan tidak memandang kelemahan tersebut sebagai penghambat untuk mewujudkan cita-cita saya.

Dengan mengetahui segala kelemahan dan kekurangan saya, dengan mudah saya dapat menentukan peluang yang ada seperti peluang di masa akan mendatang. Peluang yang datang pada diri kita tidak akan datang dua kali sehingga kita harus dapat mengambil keputusan dengan tepat agar tidak akan menyesal di masa akan mendatang.
Saya akan terus bekerja keras, berusaha dan berdoa agar dapat mewujudkan segala cita-cita yang saya miliki untuk dapat membahagiakan kedua orang tua saya yang selama ini sudah menjadi kekuatan dalam hidup saya.

Rabu, 05 Januari 2011

tulisan bebas softskill 23 desember 2010

                                                       Sukses

        Sukses adalah keberhasilan yang berhasil kita raih dalam usaha yang kita lakukan selama ini.Setiap orang pasti ingin mengalami kesuksessan dalam usaha yang mereka lakukan. Dengan kata lain sukses adalah sebuah keberhasilan yang diraih dalam usaha yang dilakukan dengan penuh kerja keras. Kesuksessan dapat diraih apabila kita melakukan sesuatu hal yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Seseorang yang mengalami kesuksesan pasti merasakan kebahagian yang luar biasa karna mereka menganggap bahwa kesuksesan yang mereka dapat merupakan hasil usaha yang mereka lakukan dengan sungguh-sungguh. Dan mereka menganggap bahwa usaha mereka yang dilakukan berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun merupakan hal yang tidak sia-sia.Banyak orang yang mengalami kegagalan dalam mendapatkan kesuksessan dan mengalami stress bahkan bisa membuat seseorang rela bunuh diri dan berakhir dengan kematian.
Sukses merupakan sebuah kata  yang didambakan semua orang yang sedang menjalani suatu usaha yang sedang mereka jalani.
Seseorang yang ingin mengalami kesuksesan harus mempunyai usaha yang sungguh-sungguh untuk mendapatkan keberhasilan atau kesuksesan. Seseorang yang mengalami kesuksesan pasti seorang pekerja keras dan pantang putus asa dalam menemui kegagalan dalam menjalankan suatu usaha sebaliknya seseorang yang gagal dalam kesuksesan adalah seorang yang tidak bekerja keras dalam menjalankan suatu usaha atau seorang yang gampang putus asa.Semoga kalian menjadi orang yang sukses yang berguna bagi semua orang

Rabu, 22 Desember 2010

tulisan bebas softskill pengantar bisnis

                    Indonesia negri bencana
 
 
KEHADIRAN bencana demi bencana seakan-akan tak mau pergi dari tanah air. Indonesia yang indah pun terkoyak dengan banjir bandang di Distrik Wasior, Kabupaten Pulau Wondama. Lalu gempa bumi berkekuatan 7,2 pada skala Richter yang diikuti gelombang tsunami mengguncang pulau menawan, Mentawai, di wilayah Sumatera Barat. Beberapa hari lalu, gunung paling aktif di Indonesia memuntahkan material vulkaniknya. Korban pun berjatuhan. Banyak yang meninggal dunia.
Tetapi, lebih banyak yang hilang dan belum ditemukan. Mereka mungkin juga meninggal dalam keadaan yang memprihatinkan. Sungguh, ini cobaan luar biasa bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Boediono. Atas bencana yang bertubi-tubi, belum lagi dihitung bencana banjir di berbagai daerah yang juga menimbulkan korban, meski tidak begitu besar, sepatutnya kita prihatin dan saling menguatkan untuk ikut meringankan penderitaan sauadara kita.

Caranya, membantu apa yang bisa kita lakukan seraya memberi dukungan kepada aparat pemerintah dan pihak terkait yang bertugas menangani bencana. Ujian dalam bentuk bencana ini bukan saja terhadap kepemimpinan pemerintahan Yudhoyono-Boediono, tapi juga ujian bagi setiap pemimpin di daerah. Sejauh manakah kita selama ini menyikapi alam dan seberapa peduli terhadap perubahan lingkungan dan alam yang sebagaian besar disumbang oleh perilaku masyarakat juga?

Perubahan iklim yang sangat ekstrem sudah terjadi, dan mungkin akan berlangsung hingga tahun depan. Jauh-jauh hari, otoritas yang paling mengetahui hal ini sudah mengingatkan kita akan potensi bahaya yang mengancam. Tapi, banyak masyarakat yang kurang peduli. Bahkan, ketika, seperti dalam kasus bencana gunung merapi, aparat sudah mengingatkan warga yang tinggal di daerah yang dinilai cukup berbahaya untuk mengungsi di posko-posko yang sudah dibangun, masih saja banyak yang menunggu sampai bencana di depan mata.

Akibatnya, korban tewas dan luka tidak terelakkan. Dalam kasus banjir dan luapan air, misalnya, aparat pemerintah daerah setempat, seperti di DKI Jakarta, Tangerang- Banten, dan sejumlah wilayah yang akrab dengan banjir, sudah pula mengingatkan masyarakat untuk menyadari pentingnya menjaga lingkungan bersih dan bebas banjir, yakni dengan membuang sampah pada tempatnya, ikut membersihkan saluran dan gorong-gorong yang tersumbat, dan tidak membangun di atas saluran atau pembuangan air.

Kita tahu, hampir seluruh pulau di Indonesia dilintasi jalur ring of fire (cincin api) Pasifik yang menjadikan Indonesia memiliki banyak koleksi gunung api. Kita juga memahami, negara ini berada di lokasi pertemuan lempeng tektonik besar yang aktif bergerak yang membuatnya sering dilanda gempa bumi. Dengan demikian, pesisir pantai di Indonesia pun berpotensi terkena tsunami. Namun, itulah Indonesia, tanah air yang kita cintai, yang mempersatukan semua penghuninya dari Sabang sampai Merauke.

Sebagai penduduk yang mendiami tanah ini, kita harus menerima segala berkah dan bencana yang telah dan akan terjadi lalu menyikapinya dengan penuh kearifan. Letusan gunung api dan tsunami merupakan bencana alam yang tidak bisa dipastikan terjadinya. Meski demikian, potensi kejadian keduanya sebetulnya bisa diramalkan sehingga langkah-langkah mitigasi bencana bisa lebih dioptimalkan. Karena itu, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) selalu merilis peringatan bahaya akan potensi tsunami begitu ada kejadian gempa bumi berkekuatan di atas 7 pada skala Richter di dekat pantai dengan kedalaman kurang dari 70 km.

Ini karena tsunami biasanya terjadi dalam waktu kurang dari 30 menit setelah gempa bumi. Berkaca dari kejadian gempa besar diikuti tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), 26 Desember 2004, pemerintah daerah setempat mestinya lebih cepat mengungsikan penduduk Mentawai dari wilayah pesisir begitu terjadi gempa berkekuatan 7,2 skala Richter, Senin (25/10). Begitu pula dalam peristiwa meletusnya gunung merapi. Senin itu, sejak pukul 6.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sudah mengubah status merapi dari waspada menjadi awas karena aktivitasnya.

Peringatan itu semestinya diterjemahkan pemerintah daerah setempat dengan langkah cepat mengungsikan warga ke tempat aman. Akan tetapi, korban sudah jatuh. Kita pun berduka. Tak ada gunanya saling menyalahkan. Sekarang, yang perlu kita lakukan adalah menunjukkan kesalehan sosial terhadap saudara-saudara kita yang selamat dari bencana dan kini tinggal di pengungsian, dengan mengulurkan tangan sesuai kemampuan kita. Kita menuntut pemerintah agar memprioritaskan pemulihan rumah-rumah warga yang tersapu ombak di Mentawai dan relokasi bagi semua warga lereng Merapi.

Kita juga meminta wakil-wakil kita di parlemen agar turun ke lapangan, bukan hanya mementingkan studi banding ke luar negeri. Dengan kehadiran kita di tengah mereka, diharapkan, mereka tidak merasa sendirian atau ditinggalkan. Dengan begitu, mereka dapat melanjutkan kehidupan dengan gairah kembali. Kita berharap pemerintah dan masyarakat perlu bergerak cepat agar para korban ditangani secara cepat dan tepat. Para pengungsi juga diperhatikan. Tidak hanya soal konsumsi, kelayakan barak pengungsian maupun harta benda serta hewan ternak warga yang ditinggalkan juga perlu diperhatikan.

Bagi masyarakat, ini waktunya untuk meningkatkan solidaritas dan soliditas sosial. Tidak hanya soal Merapi namun juga gempa dan tsunami di Mentawai Sumatra Barat. Beberapa waktu lalu juga terjadi bencana banjir Wasior di Papua Barat. Masyarakat yang mempunyai harta berlebih, silakan membaginya kepada yang membutuhkan. Yang punya waktu, tenaga dan pikiran, mari kita sumbangkan. Jika kita berbagi, penderitaan saudara kita akan terkurangi. Jadi negeri yang kaya dengan bencana ini akan dapat terobati dengan adanya kebersamaan itu.**

Penulis adalah peminat masalah hukum dan social kemasyarakatan, tinggal di Kota Medan. (Tahan Manullang SH)
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2010/11/01/5799/negeri_kaya_bencana/

tulisan bebas softskill pengantar bisnis

               Menjadi mahasiswa plus

 

TIGA KIAT MENJADI MAHASISWA BERPRESTASI

Kuliah berjuta rasanya. Ada yang bilang kuliah itu asyik, banyak temen and saudara, tempat nyari jodoh (banyak juga loh yang sekarang suami-istri satu almamater), tapi ada juga yang berkomentar ‘nggak mau ah dapet jodoh se-kampus (kebanyakan kali… bayangin se kampus :-) ), tempatnya merubah diri, suatu kesempatan yang berharga, beda banget ama sekolah dulu di SMA/MA, tempat buat men-tarbiyyah ato ngembangin diri, bisa lebih dewasa, salah satu jembatan menuju kesuksesan, dan beragam komentar lainnya. Nah… Bagaimana dengan tujuan or motivasi ato harapan temen-temen selama kuliah nanti ? Buat CARI ILMU ato … ?!
Ana (saya) ingin berbagi pengalaman sama temen-temen. Pengalaman yang akan ana bagikan seputar tips and trik menjadi mahasiswa yang berprestasi selama kita kuliah. Semoga bisa kita amalkan bukan sekedar kata-kata.
Pertama : Bangunkan diri dengan motivasi kesyukuran.
Dari sekian banyak manusia kita termasuk hamba-hamba pilihan Allah yang beruntung. Kita masih diberikan kesempatan oleh Allah buat ngerasain bangku kuliah (bangku kuliah… gmana yah rasanya ? manis, pahit, atau…). sementara saudara-saudara kita yang lain jangankan kuliah untuk makan sehari-hari aja sulit. Makanya… yuuk kita syukuri salah satu ni’mat ini ! Syukur merupakan sumber motivasi diri. Ia (syukur) akan membawa kita ke dunia sungguh-sungguh, berprestasi, dan menjaga amanah orang tua kita (inget ga apa amanah ortu kita…?! lulus cepet, dapet pekerjaan atau membuka lapangan pekerjaan yang oke, and nikah, truz punya anak, punya rumah dan lain sebagainya). Katanya sih ada korelasi (kaitan/hubungan) antara cepet lulus dengan cepet nikah, bener ga yah…? (kok.. ke nikah sih..)
Kedua : Bawalah diri kita ke hal-hal yang positif
Setelah kita bersyukur, maka wujudkan rasa syukur itu dengan sesuatu yang baik contohnya : a) Mengupayakan sholat agar bisa khusyu, tilawah (baca qur’an) ditingkatin plus ngafalin sebagian atau seluruh ayat-ayat al-Qur’an, sholat sunnah juga jadi agenda (dhuha, qobliyyah-ba’diyyah, ato tahajud), gak ketinggalan juga dzikir di waktu pagi dan petang, selain itu b) Memaksakan diri untuk banyak membaca buku dan menulis (imam Al-Ghazali mengatakan jihad asy-syabab al-Qiro’ah wal kitabah), berikutnya c) Upayakanlah diri kita untuk hadir truz di kelas sewaktu jam kuliah, kalaupun absen jangan lebih dari 2 kali kecuali sakit ato ada urusan yang ‘nggak bisa ditinggalin (ma’lum orang sibuk), hal-hal positif lainnya adalah d) Datang ke kelas ga pake telat (GPT) alias tepat waktu (Imam syahid Hasan al-Banna mengatakan al-Waqtu huwal hayat -waktu adalah kehidupan-, orang yang dapat mengisi waktunya dengan baik maka hidupnya akan baik sebaliknya orang yang menyia-nyiakan waktu adalah orang yang menyia-nyiakan keagungan Allah). Selanjutnya e) Berusahalah buat ngerjain tugas-tugas kuliah dengan baik dan tepat waktu, ambil hati dosen-dosen mu dengan ketaatan kita kepada mereka, insya Allah berkah. f) Ciptakan lingkungan yang kondusif; rumahmu syurgamu kampusmu madrasahmu. g) Berorganisasi (nah ini juga penting loh sebagai ajang pengembangan potensi diri. Alhamdulillah kami merasakan aktifnya kita di organisasi tidak membuat jeblok nilai kuliah justru sebaliknya kitalah bintang nya.
Ketiga : Mintalah do’a dan restu ortu
Subhanallah… senengnya kalo kita dapet do’a dan restu ortu. Pastinya Allah akan ridho dengan aktivitas yang kita lakukan (amin), ridollah fii ridhol waalidain. Klo ortu temen-temen sudah kembali kepada Allah (meninggal dunia), janganlah engkau bersedih hati (la tahzan) banyak yang bisa temen-temen lakuin misalnya doakan mereka atau buktikan klo temen-temen adalah anak yang bisa berbakti kepada mereka dengan pretasi terbaik yang temen-temen torehkan.
Itulah tiga kiat praktis yang bisa temen-temen coba semasa kuliah. Jadikan masa-masa ini adalah masa terindah dalam kehidupanmu. Bukankah kesempatan itu nggak datang dua kali. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita dan menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang sholih dan sholihah. 

(http://fe.uisu.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=42:tiga-kiat-menjadi-mahasiswa-berprestasi&catid=1:berita-terbaru&Itemid=28)

tulisan bebas softskill pengantar bisnis

 
       Manajemen sendiri  dan sukses mencapai cita-cita
 
 
 
Mulailah dari diri sendiri! Pesan ini begitu mulia. Sebelum kita repot-repot dengan urusan orang –yang belum tentu orang itu merasa suka kita urus- ya lebih baik kita mengurus diri sendiri dulu. Sebelum kita melihat-lihat kesalahan orang lain, sangat baik kita melihat kesalahan diri kita sendiri dulu. Sebelum kita memperbaiki orang lain, lebih baik kita perbaiki diri kita sendiri dulu.
Ada hadits lain yang sesuai dikaitkan dengan hadits di atas, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanyai tentang kepemimpinannya.” (Riwayat Muslim). Kaitannya? Sebelum memimpin orang lain, seharusnya kita bisa memimpin diri sendiri dulu.
Kenyataannya, banyak orang yang ingin menjadi pemimpin, tetapi tidak banyak yang menyadari bahwa, untuk memimpin orang lain, seseorang terlebih dahulu harus terampil dalam memimpin diri sendiri. Hasil pimpinan orang yang nggak bisa memimpin diri sendiri bisa jadi merupakan masalah ruwet.
Sebenarnya sih, nggak bisa ditolak, entah kita jadi pemimpin orang lain atau tidak, kita pasti telah menjadi pemimpin diri sendiri. Nah, sangat baik, kalau kepemimpinan untuk diri sendiri ini kita sukseskan dulu, agar kualitas hidup kita meningkat.
”Self-awareness”
Paham diri sendiri merupakan dasar untuk memperbaiki kinerja maupuan untuk meningkatkan rasa percaya diri, dan juga meningkatkan pemahaman terhadap orang lain. Jadi, penting bagi seorang pemimpin untuk meluangkan waktunya nggak hanya untuk memahami orang lain, tetapi terlebih dahulu adalah untuk memahami diri sendiri. Apa yang perlu kita pahami dari diri kita sendiri? Misal saja,  apa nilai-nilai yang kita anutnya (misalnya: kejujuran, kerja sama, tanggung jawab), apa kelemahan dan kelebihan diri kita, apa minat kita, apa tujuan kita dalam hidup, apa yang selama ini kita perjuangkan.
Misalnya saja Bill Gates, raja bisnis dari Microsoft. Bill Gates sadar bahwa ia memang mempunyai banyak pengalaman dan minat yang tinggi di sisi teknis, tetapi masih kurang berpengalaman di sisi bisnis. Untuk itu, ia mengangkat orang lain untuk menangani sisi bisnis dari kerajaan bisnisnya, sementara ia tetap berkonsentrasi pada sisi teknologi yang menjadi minat dan keahliannya sejak awal.
Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk memahami diri. Salah satu cara adalah melalui umpan balik dari orang lain (teman, sahabat, saudara, keluarga, senior). Namun, kita juga  harus bisa memilah mana masukan yang bisa kita tindak lanjuti, mana yang kita dengar saja. Cara lain, adalah dengan melakukan pengamatan terhadap reaksi orang-orang di sekitar kita (sikap mereka, ucapan mereka, tindakan mereka) dalam berinteraksi dengan kita, karena tindakan orang lain terhadap kita, umumnya merupakan cerminan dari tindakan kita kepada mereka.
Misalnya, jika kita mengasihi, maka orang lain juga cenderung mengasihi kita,  jika kita menghormati pendapat orang lain, keputusan orang lain, maka sebaliknya orang lain juga akan cenderung menghormati pendapat dan keputusan kita.
Salah satu cara untuk memahami diri sendiri adalah melakukan penilaian diri (self-assessment), dengan menjawab secara jujur pertanyaan berikut: Apakah saya memimpin dengan cara yang (jika saya menjadi bawahan) bersedia untuk dipimpin?
”Self-directing”
Seorang pemimpin akan membawa orang yang dipimpinnya berangkat dari satu titik ke titik lainnya, atau dari satu kondisi ke kondisi yang dituju. Demikian pula dengan kepemimpinan diri, kita perlu             menetapkan dengan jelas ke mana kita akan pergi (baca: tujuan hidup kita), sehingga kita bisa memimpin diri kita bergerak menuju tujuan hidup tersebut.
Semakin jelas tujuan hidup yang ingin kita raih, akan menjadi lebih mudah bagi kita untuk memimpin diri meraih tujuan tersebut. Dalam hal ini penetapan visi dan misi pribadi menjadi sangat penting.
Lalu bagaimana menentukan tujuan hidup? Setelah mengenal diri sendiri, tentu kita juga mengenal mimpi yang ingin kita wujudkan. Tanyakan pada diri Anda sendiri: Apa yang ingin saya capai dalam hidup ini? Apa yang menarik minat saya untuk saya perjuangkan dalam hidup ini?
Salah satu contoh adalah Kartini yang memiliki mimpi agar wanita Indonesia juga bisa mengecap pendidikan yang sama dengan yang diberikan oleh mitra mereka, kaum pria. Mimpi inilah yang menjadi titik tolak dari semua keputusan, kegiatan, dan tindakan yang diambil Kartini dalam memimpin orang-orang di sekitarnya untuk bersama-sama mewujudkan mimpi tersebut.
”Self-managing”
Setelah kita mengetahui dengan jelas apa yang ingin kita capai, langkah selanjutnya adalah mengelola diri kita untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengelolaan diri ini juga mempunyai langkah-langkah. Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menyusun tindakan-tindakan yang akan kita lakukan dalam skala prioritas: dari yang paling penting sampai yang kurang penting. Karena keterbatasan waktu, sarana, prasarana, kita tidak bisa melakukan semua yang ingin kita lakukan sekaligus. Kita perlu menentukan tindakan ataupun keputusan yang menjadi prioritas kita pada saat ini, dan mana yang akan dikerjakan kemudian. Tentunya selain menyusun rencana tindakan berdasarkan prioritas, langkah selanjutnya adalah dengan memperhitungkan waktu pelaksanaannya.
Ada sebuah konsep menarik dari seorang ahli manajemen, yaitu konsep penting (yang dapat menunjang pencapaian tujuan hidup kita) dan genting (yang menuntut perhatian segera) dalam pengelolaan waktu. Banyak orang yang terperangkap hanya pada pelaksanaan tindakan yang genting saja (walaupun seringkali tidak penting), misalnya: seorang staf pemasaran sedang melakukan presentasi di depan calon pembeli tiba-tiba telepon genggamnya berdering, banyak orang cenderung menghentikan presentasi untuk mengangkat telepon (yang mungkin saja dari rekan sekerja yang menanyakan akan makan siang di mana hari itu).
Hal yang perlu dilatih adalah mengelola kegiatan yang penting, tanpa menunggu kegiatan tersebut menjadi genting, karena biasanya dalam kondisi genting, kita banyak melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa kita hindari. If you fail to plan, you plan to fail (Jika kita gagal membuat rencana, kita telah membuat rencana untuk gagal), begitu kata orang bijak. Jadi, yang perlu kita lakukan agar tidak terperangkap dalam suasana genting (namun seringkali tidak penting), adalah dengan membuat perencanaan terlebih dahulu sebelum melakukan suatu tindakan.
”Self-accomplishment”
Setelah prioritas disusun dan jangka waktu penyelesaiannya diatur dengan baik, langkah selanjutnya adalah melaksanakan yang sudah direncanakan tersebut. Untuk itu kita perlu mengidentifikasi sarana, prasarana yang sudah ada dan yang perlu ditambah; keterampilan yang sudah kita kuasai yang dapat menunjang penyelesaian tindakan dan keterampilan yang masih harus kita pelajari untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan adanya tujuan yang jelas, prioritas yang sudah disusun, serta rencana yang matang (dengan berbagai skenario kemungkinan), kita akan lebih siap untuk meraih cita-cita kita. Sekalipun ada hambatan yang harus kita hadapi, kita tidak khawatir lagi, karena berbagai hambatan tersebut sudah diantisipasi sebelumnya, dan kita pun sudah menyiapkan Rencana B (seandainya Skenario A gagal diwujudkan).
Dalam mencapai sebuah cita-cita, kita perlu keyakinan dan komitmen yang tinggi. Dengan keyakinan diri yang tinggi untuk sukses, akan lebih mudah bagi kita untuk meyakinkan orang lain untuk berjuang juga. Dengan komitmen yang tinggi, kita tidak rentan terhadap godaan, hambatan, dan masalah, dan orang lain juga akan lebih percaya kepada kita sebagai pemimpin dengan melihat dedikasi kita pada tercapainya tujuan.
Keyakinan yang teguh, serta komitmen yang tinggi perlu ditunjang dengan upaya pengembangan diri yang berkelanjutan. Tanpa meng-update diri terhadap perkembangan yang terjadi, terutama di seputar bidang yang kita perjuangkan, kita akan terlibas oleh perubahan yang mengikuti perkembangan tersebut.

tulisan bebas softskill pengantar bisnis

                manajemen belajar di perguruan tinggi


 Sebagai mahasiswa kita harus mempunyai manajemen belajar tersendiri sesuai diri sendiri masing-masing. Mahasiswa sudah jamannya mempunyai wawasan yang lebih luas untuk mengetahui segala macam bentuk cara tersendiri untuk menemukan manajemen belajar.Dalam belajar setiap orang pasti berbeda-berbeda sesuai cara mereka melakukannya tersendiri.Belajar merupakan hak setiap orang . Akan tetapi, kegiatan belajar di perguruan tinggi merupakan suatu privilage karena hanya orang yang memenuhi syarat saja yang berhak belajar di lembaga tersebut.Seseorang mahasiswa di haruskan mempunyai wawasan yang luas tentang cara manajemen belajar agar dapat mengembangkan kemampuan daya kritikal mereka.Dengan mempunyai daya kritikal seorang mahasiswa mampu bersaing dengan dunia pendidikan yang sekarang ini pendidikan sudah sangatlah maju.Dan mahasiswa yang sudah mempunyai kemampuan manajemen belajar tersendiri pasti sanggup untuk menguasai dunia kerja.Seorang mahasiswa yang tidak mempuyai manajemen belajar tersendiri tidaklah sanggup menguasai pendidikan dan dunia kerja maka jadilah seorang mahasiswa yang mempunyai manajemen belajar tersendiri.